

TUBAN – Era baru pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) Tuban resmi dimulai. Melalui pertemuan strategis yang digelar Jumat (9/1/2026), LP Ma’arif NU Tuban menggandeng PCNU dan IAINU Tuban untuk melakukan revitalisasi besar-besaran terhadap MTs Ma’arif NU Tuban. Langkah ini diambil guna menyulap madrasah tersebut menjadi lembaga pendidikan unggulan yang menjadi rujukan utama masyarakat.
Pertemuan krusial ini dihadiri langsung oleh Ketua PCNU Tuban, KH. Ahmad Damanhuri, Rektor IAINU Tuban, Prof. M. Syamsul Huda, M.Fil.I., Sekretaris LP Ma’arif, Moh. Muflih, serta jajaran Tim Rebranding.
Dari Tantangan Menjadi Peluang
Kondisi MTs Ma’arif saat ini memang menjadi sorotan utama. Dengan jumlah siswa yang hanya mencapai 26 orang, fasilitas bangunan yang perlu perbaikan, hingga tata kelola SDM yang belum maksimal, revitalisasi menjadi harga mati.
“Silaturahmi ini adalah tindak lanjut nyata untuk menjadikan MTs Ma’arif sebagai madrasah unggulan,” tegas KH. Ahmad Damanhuri. Senada dengan hal itu, Prof. Syamsul Huda menekankan pentingnya strategi mirroring untuk mengembalikan kepercayaan publik secara instan.
Inovasi Radikal: Nama Baru hingga Kurikulum STEAM
Bukan sekadar perbaikan fisik, proyek revitalisasi ini membawa perubahan fundamental pada identitas dan sistem pembelajaran:
-Identitas Baru: Madrasah akan bertransformasi dengan nama Lab School MTs NU Hidayatun Najah Tuban.
-Kurikulum Global: Mengadopsi standar internasional melalui kurikulum Cambridge atau STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics).
-Sistem Digital & Full Day: Manajemen sekolah akan sepenuhnya berbasis digital dengan sistem full day school, yang diproyeksikan berkembang menjadi boarding school.
-Team Teaching: Guru dan tenaga pendidik akan menggunakan mekanisme team teaching untuk menjamin mutu instruksional.
Kolaborasi Strategis dan Dana Abadi
IAINU Tuban secara resmi ditunjuk sebagai pengelola dan pelaksana teknis melalui SK PCNU/Ma’arif. Untuk menopang ambisi besar ini, skema pembiayaan telah disiapkan melalui Dana Abadi dari para aghniya’ serta optimalisasi dana dari masing² lembaga terkait
Langkah berani ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan NU yang modern, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Tinggalkan Komentar